Kamis, 27 Mei 2010


Aku hanyalah mahluk yang sederhana sesederhana kehidupan yang ku jalani jauh dari kegmerlapan hedonis kapitalis yang mereka sebut metropolis, hanya mencoba tuk tampil apa adanya tanpa kebohongan atau kemunafikkan.

Aku seorang teman bagi teman-teman yang percaya dan mengakui keberadaanku sebagai seorang teman dan sahabat.

Aku adalah penggila mikrofon, media di mana aku bisa wujudkan dimensi lain dalam kehidupanku yang kumuntahkan bersama teriakkanku menyatu bersama raungan distorsi dalam jiwa.